Hibis - Pembalut herbal ( Hub : 082136933808 ) FREE ONGKIR

HIBIS Bio Sanitary Napkins
Pembalut wanita yang diproduksi dengan memakai teknologi tinggi, yaitu “Bio Teknologi” bahan baku kapas, berkualitas tinggi, dan tidak mudah tembus, mengandung berbagai jenis herbal alami di dalamnya yang mempunyai khasiat tinggi.
Hibis Bio Sanitary Napkins "PEMBALUT HERBAL" ( UNTUK ORDER SILAHKAN LANGSUNG HUB / SMS / WA/ LINE : 08970009855 ATAU BB : 73ED357D ) makasiiih... :)
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2012

Tinggalkan ia dan cintanya

Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencinta dan dicintai, semua orang butuh akan cinta karena tanpa cinta hidup ini tak lebih dari keledai yg terbaring di padang pasir, ibarat batu karang di lautan dan ibarat bunga di tepi jurang. Cinta membuat segalanya menjadi indah, memberi warna dalam hidup, melukis senyuman pada wajah, cinta membuat setiap detak jantung menjadi sangat berarti. Itulah cinta namun, cinta juga memiliki aturan main yang harus dijalankan jika ingin selamat dunia dan akhirat.

Cinta dan mencintai pada hakikatnya adalah boleh-boleh saja bahkan sangat dianjurkan untuk saling mencintai sesama muslim namun, ada cinta yang begitu spcial dan sangat sensitive, ia ibarat api berwujud embun dipagi hari dan bagi siapa saja yang tidak waspada terhadapnya maka ia akan terbakar yaitu cinta terhadap wanita yang merupakan perhiasan dunia dan fitnah terbesar bagi kaum lelaki. Rosulullah -shallallahu Alaihi Wasallam- pernah bersabda dlm hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari (5096) dan Muslim (2740):


ما تركت بعدي فتنة أضرّ على الرجال من النساء

Artinya : "Tidaklah aku tinggalkan sebuah fitnah yg sangat berbahaya bagi kaum lelaki melainkan fitnah wanita." (HR Bukhori dan Muslim)

Cinta yang semacam ini mempunyai batasan yang sudah banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah contohnya : saling menundukkan pandangan, tidak berkhalwat dalam satu ruangan jika si wanita tidak ditemani oleh mahromnya dan haram bagi keduanya untuk saling bersentuhan namun, semua itu akan menjadi boleh dan halal jika keduanya saling menikah karena pernikahan akan menghlalkan apa-apa yang sebelumnya haram jika dilakukan oleh dua sejoli bahkan hal itu dianggap ibadah yang berbuah pahala sebagaimana jika ia melakukannya kepada yang haram maka akan berbuah dosa...!

Namun terkadang cinta itu datang pada waktu yang kurang tepat -dan inilah salah satu sifat cinta datang tanpa diundang dan pergi tanpa alasan- contohnya saja saat anda tidak siap untuk menikah dan meminangnya karena berbagai alasan sedangkan cinta sudah melebarkan sayapnya maka tutuplah setiap celah yang bisa digunakan setan untuk menyesatkanmu karena sungguh jika tidak demikian maka siapalah yang sanggup bersabar akan godaan cinta. hari ini bisa jadi lewat FB atau YM saling tegur sapa lambat lawun menuju HP selanjutnya janjian disebuah tempat, ternyata kesan pertama begitu menggoda selanjutnya wal'iyaadzu billaah...., serahkan semuanya pada Allah, tinggalkan ia dan cintanya karena Allah, Karena barang siapa yang bertawakkal pada Allah maka Allah akan mencukupinya. Allah berfirman :

ومن يتّق الله يجعل له مخرجا

Artinya : "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberinya jalan keluar." (QS At-Talaq, ayat : 2)

Jika ia memang jodohmu maka tidak akan ada makhluk di muka bumi ini yang bisa memisahkan kalian walaupun mereka berkumpul dan merencanakan hal itu, dan jika ia memang bukan pilihan Allah untukmu maka tenanglah anda telah meninggalkan ia dan cintanya karena Allah maka niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dan itulah janji Allah dan Allah tidak pernah ingkar akan janjinya dan tidak ada seorangpun yang bisa menyatukan kalian jika Allah tidak menghendaki itu. Dan satu hal yang perlu anda ingat bahwa bisa jadi anda menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi anda dan bisa jadi anda membenci sesuatu padahal itu baik buat anda, Allah berfirman :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqoroh : 216)

Allah juga berfirman :

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

Artinya : "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (QS An-Nur : 26)

walaupun ayat ini turun dalam Haditsatul Ifqi yg menjelaskan bahwa perkataan - perkataan buruk berasal dari orang-orang yang buruk dan perkataan-perkataan baik brasal dari orang yang baik-baik pula namun kaedah tafsir mengatakan bahwa "Al Ibrotu bi Umumillafadz laa Bikhususissabab (Pelajaran yang diambil dari sebuah dalil adalah makna keumumannya, bukan kekhususan sebab turunnya)."

Maka dari itu syeikh As Sa'di berkata dalam menafsirkan ayat ini : "Semua yg buruk dari laki-laki dan perempuan dan perkataan-perkataan serta perbuatan-perbuatan yang buruk serupa dan layak untuk orang yang buruk begitu juga semua yang baik dari laki-laki dan perempuan dan perkataan-perkataan serta perbuatan-perbuatan yang baik layak, serupa dan selalu bersama orang yang baik. kemudian beliau memberi contoh bahwa Nabi Muhammad adalah laki-laki terbaik di muka bumi ini dan sungguh tidak layak baginya kecuali wanita-wanita yang baik dan tuduhan terhadap Aisyah merupakan tuduhan terhadap Nabi pula dan itulah yang dimaksudkan oleh orang-orang munafik."

berbeda masalahnya jika kita sudah benar-benar siap untuk menikah maka tak perlulah kita meninggalkan ia dan cintanya akan tetapi bersegeralah sempurnakan separuh agamamu karena itulah yang dianjurkan Islam...tapi ada yang perlu diperhatikan disini yaitu jangan sampai ada hubungan yang tidak perlu jika belum waktunya, sebaiknya mengunakan perantara comlang yang sudah bersuami-istri sehingga tidak ada celah untuk setan berkelit. Karena sekuat-kuat iman seseorang ia belum tentu mampu menahan gejolak cinta. Inilah yang pepatah yang populer di zaman kakek-buyut kita “Sedikit-dikit lama-lama menjadi bukit”. Ya, itulah cara setan menggiring manusia secara perlahan. Akan tetapi pembawa syariat shallallahu ‘alaihi wasallam jauh lebih cerdas dibandingkan setan. Cara ini tidak berlaku jika selalu menggenggam kaidah beragama :

سد الذرائع مقدم على جلب المنافع

ِArtinya : "Menutup jalan menuju keburukan lebih diutamakan dari pada mengambil manfaatnya."

Maka sudah selayaknya bagi siapa saja yang ingin mendapatkan yang terbaik hendaknya ia bercermin pada dirinya, sudah layakkah dirinya untuk mendapatkan yang baik ..?? mari sama-sama memperbaiki diri sehingga mendapat yang baik insya Allah.

Kamis, 29 Desember 2011

income syariah... berbisnis dan berbagi

Assalamualaikum. Wr. Wb. Izin share teman-teman bagi yg berminat memanfatkan fb-nya sambil berbisnis dan berbagi dng Anak-Anak Yatim.
Sekaligus mempromosikan produk income syariah..melalui web
produknya brupa Ebook2 yg judulnya bisa dilihat d web.
Ebooknya sangat bermanfaat . . .
Seperti :
- Belajar Bela Diri autodidak
- Sembuh dari kanker tanpa ke dokter
- Charger Iman
- Mudah Menerjemah Al-Qur'an & Hadis dengan Metode FATUM
- Ratusan Peluang usaha Islami Juga Peluang bisnis Untuk Pelajar & Mahasiswa
- Tips Langsing Sehat-Cepat-Alami
- Belajar Bekam Autodidak & Thibbun Nabawi
- Smart Islamic Parenting
- Teknik Berhenti Merokok tercepat (Rekor Muri)
Dan masih bnyak lg..
Ada Audio-Book Romy Rafael bagaimana meningkatkan kepercayaan diri Mengatasi demam panggung" dll dapat download 10 software islami

Kamis, 16 Juni 2011

Kisah-kisah Yang Menakjubkan di Afganistan

Berikut ini ana Kutipkan Beberapa Kisah-Kisah Ajaib tentang Pertolongan ALLOH di Bumi Suci Afganistan, yang diambil dari buku “Ayyaturahman fi jihadil afgan” karangan As Syahid Syeikh.Dr Abdullah Azzam rohimahulloh.
Yang mana Kisah-kisah ini dituturkan langsung dari medan pertempuran dan ditulis oleh beliau dengan memperhatikan secara serius jalur periwayatan yang benar dari orang-orang terpercaya yang mengalami langsung kejadian-kejadian ajaib ini (Karomah)….
Sebagaimana yang kita ketahui beliau (As syahid Dr.Abdullah Azzam) tidak menulis isi buku ini melainkan setelah beliau merasa mantap akan kebanrannya.
Bahkan syeikh Abdul Aziz bin Baaz berkata dalam Kata Pengantar buku ini :
“Ini adalah kabar gembira,sebaik-baik kabar gembira yang memberikan berita kemenangan kepada mereka (|Mujahidin), insya Allah!”
Lalu juga Perkataan Dr.Umar Al-asyqar beliau berkata : “Yang Terpenting dari semunya adalah jalur periwayatan yang benar.Apabila riwayat kisah tersebut terdiri dari orang-orang yang jujur ,maka kita wajib menyebarluaskannya, baik Manusia Percaya atau tidak”..

Dilihat dari sisi logika manapun akan merasa heran dan tak percaya bagaimana Para mujahidin yang minim persenjataan ,minim personel dan tak memiliki jet tempur seperti musuh, dapat mengusir penjajah kuffar sebesar Uni Soviet yang ketika itu menjadi salah satu “Super Power Dunia”,dalam perang yang berlangsung secara 10 tahun.
Hanya dengan keberanian para mujahidin serta pertolongan ALLOH lah yang dapat menyebabkan Musuh lari tunggang langgang dengan wajah kehinaan.
Kita berdoa semoga NATO serta Amerika yang sekarang menyerang afganistan, akan mengalami nasib serupa dengan Uni Soviet, Amienn…..
Berikut beberapa kisah ajaib itu :
A.Tembakan dan Serangan “Muncul” DARI BERBAGAI ARAH…
Arsalan menceritakan padaku (maksudnya pada Syeikh Dr.Azzam,penulis buku ini), dia berkata :

“Kami pernah berada di daerah syahturi. Jumlah Kami saat itu 25 Mujahid.Kami diserbu oleh 2000 pasukan Komunis.Setelah kami bertempur selama 4 jam,tentara komunis kalah.70-80 tentara komunis tewas dan 26 tentara tertawan , “Kenapa kalian cepat sekali kalah?”
Mereka menjawab : “Peluru dan senjata mesin Amerika menyerbu kami dari empat arah.”.Arsalan berkata ,”Kami(Mujahidin) tidak mempunyai peluru itu dan tidak pula memiliki senjata mesin. Kami hanya menggunakan garnat lempar dan menyerbu dari satu arah”.
B.Burung Bersama Mujahidin

1. Jalaludin Haqqani -salah satu mujahid terkenal di afganistan- menceritakan padaku :
“Kami bisa mengenali tanda-tanda pesawat-pesawat tempur musuh yang akan menyerang
Kami.
Caranya dengan melihat burung-burung yang terbang di atas kamp kami.Ketika kami melihatnya berputar-putar di atas kamp,Kami mulai mempersiapkan senjata untuk membalas serangan peswat musuh”
2. Al-Hajj Muhammad Jul –Salah satu Mujahid di konar- Menceritakan padaku ,”Saya melihat burung-burung terbang bersama pesawat tempur lebih dari sepuluh kali.Burung-burung itu terbang lebih cepat daripada peswat. Padahal keceptan pesawat tempur yang kita ketahui adalah tiga kali lebih cepat dari kecepatan suara”
C. ULAR tidak mematuk Mujahidin

Umar Hanif bercerita tentang kisahnya :
“Sering sekali ular datang dan tidur bersama mujahidin di kamp mereka sejak empat tahun yang silam.Ular itu tidak mematuk mujahidin”
D.Kalajengking bersama mujahidin

Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia. Dan tiada lain ia kecuali peringatan bagi manusia.”
QS Al-Mudatsir (74):31.

Abdushshamad dan mabubullah menceritakan kepadaku :
“Orang-Orang Komunis mendirikan perkemahan di dataran Qunduz.Tiba-tiba mereka diserbu oleh sekelompok kalajengking.Akibatnya 6 tentara mereka disengat dan tewas,sedang yang lainnya melarikan diri.”
E.Doa Mujahidin Dikabulkan

Maulawi Arsalan –Salah satu mujahid yang terkenal di afganistan ,dia adalah mujahid yang ditakuti oleh tentara Rusia, sampai-sampai mereka mengatakan dia adalah orang yang memakai daging manusia -
Sang Mujahid berkata :
“ Suatu Ketika kami hanya memiliki satu granat dan satu senjata anti-tank.Kemudian kami melaksanakan Sholat dan berdoa kepada Allah S.W.T agar Dia menghantamkan granat ini kepada musuh.Saat itu kami berhadapan dengan 200 tank dan kendaraan berat lainnya.Kami melemparkan granat itu dan tepat mengenai sebuah mobil yang mengangkut bahan peledak.Sehingga mobil itu meledak dan menghancurkan 86 tank, beserta mobil panser yang lainnya.Akhirnya musuhpun kalah dan kami mendapat harta ghonimah yang sangat banyak”.Dan saya (syeikh Dr.Azzam) telah bertemu dengan pemuda yang melemparkan garanat itu di Batur.
ALLOH S.W.T berfirman :

“Bukan kamu yang membunuh mereka tetapi Allah yang membunuh mereka. Dan bukan kamu yang melempar tatkala kamu melempar, tetapi Allah yang melempar. ”
( Surah al-Anfaal : Ayat 17 )
F. Bom tidak meledak
Jalaludin Haqqani menecritakan padaku ,dia berkata :
“Kami bersama 30 Mujahid menghadapi serbuan bom-bom dari pesawat tempur musuh. Semua bom-bom itu meledak.Namun tatkala ada satu bom yang beratnya kurang lebih 54 Kg meluncur ke hadapan kami, Bom itu tak meledak.Seandainya meledak pasti kami semua terbunuh”
G. Pasukan Berjumlah Kecil Mengalahkan Ribuan tentara Musuh
Haqqani mengkishkan padaku :

“Kami berjumlah 59 mujahid ,diserbu oleh kekuatan yang terdiri dari 220 Tank, Mobil Panser , Peswat Tempur dan didukung oleh 1500 tentara – Jumlkah ini dietahui dari pengakuan musuh yang ditawan –
Akhirnya, dari pertempuran dahsyat itu diperoleh harta ghonimah , 54 tank hancur, 150 tentara komunis tewas, dan 100 orang lainnya luka-luka.Kami mendapatkan harta rampasan senjata anti pesawat,beberapa senjata mesin Jerinov,7 pucuk senjata Klashinkov , satu buah senjata roket 66 mm,280 peluru roket dan 36.000 butir peluru”
H. Jasad Syuhada Yang Tersenyum dan Mengeluarkan Wangi kasturi
1. Maulawi Abdul Karim menceritakan kepadaku ,dia berkata :

“ Saya Melihat sekitar 1200 orang mati syahid.Saya tidak melihat satu pun dari tubuh mereka yang berubah.
Dan saya tak melihat seorang pun dari tubuh mereka yang dimakan oleh gerombolan anjing, pada saat anjing-anjing itu memakan mayat orang-orang komunis”

2. Bau Wangi dari minyak wanggi sebagus apapun mungkin hanya bertahan sampai satu pekan, namun bau wanggi orang syahid masih terasa wanggi lebih dari tiga bulan .
Nashrullah Manshur menceritakan padaku, dia berkata :
“ Saudaraku mati syahid,Setelah tiga bulan ibuku bermimpi bahwa dia berkata,seluruh lukaku sembuh,kecuali luka di kepala.Maka ibuku ingin membuktikannya.Diapun menggali kuburnya –Yang berada dekat dengan kuburan lain –
Setelah lubang kubur itu tampak, dan demikian pula kuburan yang ada disampingnya, Kami melihat ada seekor ular di atas mayat.Lantas ibuku berkata :
“Jangan kamu gali lagi !”. Saya berkata : “Sesungguhnya saudaraku ini mati sayhid,tidak mungkin kita mendapati ada ular.”.
Setelah kami dapat menggalinya,tiba-tiba mayat itu mengeluarkan bau wangi hingga menusuk hidung.Dan hampir saja kami tidak sadarkan diri karena bau wanggi yang amat sangat wangi.Kami mendapatkan luka di bagian kepalanya mengeluarkan darah, lalu ibuku menyentuhnya.Dan karena hal itu,jarinya menjadi wanggi dan selalu wangi hingga tiga bulan kemudian. Sampai sekarang,jarinyapun masih bau wanggi seperti minyak kasturi”

Demikian lah sebagian kisah yang ada di buku “Ayyaturahman fi jihadil afgan”,
Semoga kita yang membaca mendapati kematian seperti para syuhada atau minimal khusnul khotimah dalam meperjuangkan agama ini.
compiled from : http://aljazirah.ucoz.com/forum/20-8-1

Suami Sholeh, Harta Yang paling Berharga Buat Istri

Buat seorang wanita, harta yang paling berharga didalam hidup ini adalah seorang suami yang sholeh. Kepadanyalah, seorang istri akan merasakan kebahagian didalam hidupnya dan diakhirat kelak, keberuntunganlah yang akan diterima seorang istri, jika dia mempercayakan hidupnya, memberikan segala cinta, perhatian, dan kasih sayangnya kepada suami yang sholeh. Karena didirinyalah, seorang istri akan mendapatkan apa yang didambanya: Ketenangan, keteduhan, kedamaian, perlindungan dan cinta serta sayang.

Suami yang sholeh adalah seorang yang bisa membahagiakan istri dan anaknya, serta keluarganya baik di dunia ini ataupun di akhirat kelak. Seorang suami yang sholeh tidak akan memberi makan istri dan anak-anaknya kecuali dengan harta yang halal.

Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Dan istri adalah amanah yang diberikan kepada seorang laki-laki yang menjadi suaminya.

Suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu memperlakukan istri dan anaknya dengan sifat-sifat yang terpuji, seorang suami yang sholeh akan selalu memperlakukan istrinya dengan sabar, sabar dengan setiap kesalahan-kesalahan istrinya, dan memperlakukan istrinya dengan kelembuatan dan penuh maaf saat istri dipenuhi dengan emosi dan kemarahan.

Suami yang sholeh adalah suami yang mampu menjadi pemimpin didalam rumah tangganya. Seorang suami bagaikan pemerintah didalam rumah tangganya, seorang suami yang sholeh adalah yang mampu memperhatikan hak dan kepentingan rakyatnya didalam pemerintahan yang dipimpinnya, dalam hal ini adalah istrinya.

Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu bersikap bijaksana didalam tindakannya, menghargai pendapat istrinya, dan jika terjadi perbedaan pendapat dengan istrinya, dengan sikap terpuji dan penuh cinta kasih menghargai pendapat sang istri, serta mencari titik temu bersama dalam kerangka yang diperintahkan oleh alloh dan mejauhi segala yang dilarang oleh alloh.

Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu menjadi teladan terpuji buat istri dan anak-anaknya. Mampu menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan mendidik diri, istri, dan anak-anaknya untuk menapaki jalan-jalan yang menuju keridloan Allah.

Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat dirinya, istrinya dan anak-anaknya mencintai ilmu, menguasai ilmu dan mampu mengamalkannya, menjadikan ilmu yang diperolehnya itu bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agamanya.

Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat istrinya dan anak-anaknya tumbuh, dan berkembang menjadi pribadi yang luar biasa serta menapaki tangga-tangga sukses di dunia ini dan akhirat kelak.

Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang akan selalu menjaga istri dan anaknya dari api neraka.




Sumber : http://rahmiaz-zahra.blogspot.com/

Senin, 06 September 2010

Nasihat Rasulullah SAW kpd Fatimah Az-Zahra r.a

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anakndanya Fatimah az-zahra rha. Didapatinya anakndanya sedang menggiling syair (sejenis bijirin) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis.



Rasulullah SAW bertanya pada anakndanya, "Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fatimah? semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis". Fatimah rha. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtangga lah yang menyebabkan anaknda menangis".



Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anakndanya. Fatimah rha melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'Ali (suaminya) mencarikan anaknda seorang jariah untuk menolong anaknda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah?".



Mendengar perkataan anakndanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim".



Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anakndanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.



Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah, Tuhan yang telah menjadikan engkau dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah engkau menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)



"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".



Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah az-zahra di dalam syurga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.



Rasulullah SAW bersabda kepada anakndanya, "Jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.



Ya Fatimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.



Ya Fatimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.



Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.



Ya Fatimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.



Ya Fatimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keredhaan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak redha denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa redha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?.



Ya Fatimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil.



Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah SWT akan mengkurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.



Ya Fatimah, perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya satu persalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.



Ya Fatimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.



Ya Fatimah, perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menghias rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit(malaikat), "teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang".



Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya sertakukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakratulmautnya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Sirat". 



wallahu'alam..



http://www.cerpen.web.id/articles/14/1/Nasehat-Rasulullah-kepada-Fatimah/Page1.html

Senin, 23 Agustus 2010

Qobla naum (Sebelum Tidur...)

Rasulullah s.a.w. bersabda:
Wahai Ali ! Janganlah engkau tidur sebelum melakukan lima perkara yaitu :
- Membaca alquran seluruhnya ;
- Bersedekah sebanyak empat ribu Dirham
- Mengunjungi Ka'bah
- Mempertahankan tempatmu di sorga
- Menyelesaikan permusuhan

Ali pun berkata : Bagaimana saya melakukan itu semua ya Rasulullah ?

Rasulullah s.a.w. bersabda : Tidakkah engkau tahu bahwa:

- Kalau engkau membaca ' Qul' huwallahu ahad ' sebanyak tiga kali berarti engkau telah membaca seluruh alquran.

- Kalau engkau membaca ' Alfatihah ' sebanyak empat kali berarti engkau telah bersedekah sebanyak empat ribu Dirham.

- Kalau engkau membaca " La ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiit wa huwa ˜alaa kulli syaiin qodiir " sebanyak sepuluh kali berarti engkau telah mengunjungi Kabah.

- Kalau engkau membaca ' La haula wa laa quwwata illaa billaahil aliyyil adhiim ' sebanyak sepuluh kali berarti engkau telah mempertahankan tempatmu di sorga.

Kalau engkau membaca astaghfirullah al'azhiim alladzii laa ilaaha illa huwa alhayyul qoyyuum wa atuubu ilaiha ' sebanyak sepuluh kali berarti engkau telah menyelesaikan permusuhan

Minggu, 11 Juli 2010

Biasakan Anak Membaca al-Quran

Abu dan Ummu, sebagaimana kita ketahui al Quran adalah kitab suci kita. Ia adalah kalamullah, yang diturunkan kepada nabi akhir zaman, Muhammad – shollallohu ‘alaihi wa sallam -, lewat malaikat Jibril – ‘alaihis salam -. Ia diturunkan untuk menjelaskan segala sesuatu dan menjadi petunjuk bagi manusia, agar kita dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Oleh karena itu, Rasulullah - shollallohu ‘alaihi wa sallam – menganjurkan dan memerintahkan kita untuk selalu membaca dan mentadaburi al Quran serta mengenalkan dan mengajarkannya kepada anak kita, serta menganjurkan kepada mereka untuk selalu membacanya.

Sebab, membaca al Quran di sisi Allah ta’ala dihitung sebagai ibadah, yang tentunya jika kita ikhlas dalam membacanya, akan mendapat pahala dan menambah pundi-pundi amal kita. Sungguh, karunia yang besar dan luas dari Allah ta’ala kepada kaum muslimin, yang mana hanya sekadar membaca, yaitu membaca al Quran dijadikan sebagai bentuk ibadah kepada Allah ta’ala.

Perintahkan anak-anak membaca al Quran
Abu dan Ummu, tanamkan pada diri anak kita untuk mencintai al Quran sebelum kitab-kitab yang lain, karena ia adalah kitab suci kita dan petunjuk di dunia agar kita dapat mencapai kebahagiaan. Adapun caranya, dengan mengenalkan al Quran pada mereka sejak usia dini. Ajarkan cara membacanya dengan betul, sebelum mengenal pelajaran yang lain.
Dan hendaknya, pengajaran ini dijadikan yang awal dan utama sehingga menjadi kebiasaan bagi mereka. Karena kecintaan itu akan timbul dengan kebiasaan. Bahkan, Rasulullah - shollallohu ‘alaihi wa sallam - memberikan penghargaan kepada orang yang belajar dan mengajarkan al Quran dengan sabdanya,
“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar al Quran dan mengajarkannya” (Riwayat Muslim)
Setelah itu perintahkan dan tanamkan pada anak kita untuk selalu membaca al Quran dan jangan sampai meninggalkan untuk membacanya. Hal ini akan terwujud jika kita sebagai orang tua menjadi contoh yang baik dan pelopor dalam hal ini. Bagaimana mungkin kita menginginkan anak kita rajin membaca al Quran sedang kita justru malah tidak sering membacanya atau justru sibuk dengan urusan-urusan yang lain.(majalahsakinah.com)

Selasa, 22 Juni 2010

zionisme

Tahukah anda bahwa kaum Yahudi sudah lama meninggalkan Taurat. Sekarang hampir seluruh penduduk Israel berpedoman kepada salah satu kitab buatan tangan para rabbi Sanhedrin (rabbi dari golongan garis keras/radikal) berjudul Talmud.
Kitab apakah ini?
Kitab bernama Talmud ini merupakan kitab suci kelompok Zionis-Yahudi di seluruh dunia. Seluruh tindak-tanduk Zionis-Israel mengacu pada ayat-ayat Talmudisme. Sebelum perang biasanya para rabbi-rabbi Yahudi membacakan beberapa ayat dari Talmud ini untuk dibacakan kepada para tentara.
Apakah saja isinya? Berikut sedikit terjemahan dari Talmud ke dalam bahasa Indonesia yang menyangkut pandangan Talmudian terhadap orang non-Yahudi (ghoyim).
“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)
“Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)
“Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)
“Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)
“Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)
“Di mana saja mereka (orang-orang Yahudi) datang, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)
“Terhadap seorang non Yahudi tidak menjadikan orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk.” (Talmud IV/4/52b)
“Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82ab)
“Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)
“Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)
“Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)
“Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)
“Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.” (Babha Kama 113a)
“Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)
“Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)
“Orang Yahudi boleh mempraktekan riba terhadap orang non-Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)
“Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) datang, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin 43b)
Berikut ayat-ayat Talmud tentang hal-hal lainnya.
Beberapa Contoh Isi Ajaran Talmud
Erubin 2b, “Barangsiapa yang tidak taat kepada para rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka”.
Moed Kattan 17a, “Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota dimana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana”
Menganiaya seorang Yahudi Sama Dengan Menghujat Tuhan
Sanhedrin 58b, “Jika seorang kafir menganiaya seorang Yahudi, maka orang kafir itu harus dibunuh”.
Dibenarkan Menipu Orang yang Bukan-Yahudi
Sanhedrin 57a, “Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja baginya”.
Orang Yahudi Mempunyai Kedudukan Hukum yang Lebih Tinggi
Baba Kamma 37b, “Jika lembu seorang Yahudi melukai lembu kepunyaan orang Kanaan, tidak perlu ada ganti rugi; tetapi ,jika lembu orang Kanaan sampai melukai lembu kepunyaan orang Yahudi maka orang itu harus membayar ganti rugi sepenuh-penuhnya”.
Orang Yahudi Boleh Mencuri Barang Milik Bukan-Yahudi
Baba Mezia 24a, “Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya”. (Ayat ini ditegaskan kembali di dalam Baba Kamma 113b),
Sanhedrin 57a, “Tuhan tidak akan mengampuni seorang Yahudi ‘yang mengawinkan anak-perempuannya kepada seorang tua, atau memungut menantu bagi anak-lakinya yang masih bayi, atau mengembalikan barang hilang milik orang Cuthea (kafir)’ …”.
Orang Yahudi Boleh Merampok atau Membunuh Orang Non-Yahudi

Sanhedrin 57a, “Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati, Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”.
Baba Kamma 37b, “Kaum kafir ada di luar perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan uang mereka kepada Bani Israel”.
Orang Yahudi Boleh Berdusta kepada Orang Non-Yahudi
Baba Kamma 113a, “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu orang kafir”.
Yang Bukan-Yahudi adalah Hewan di bawah Derajat Manusia
Yebamoth 98a, “Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang”.
Abodah Zarah 36b, “Anak-perempuan orang kafir sama dengan ‘niddah’ (najis) sejak lahir”.
Abodah Zarah 22a – 22b, “Orang kafir lebih senang berhubungan seks dengan lembu”.
Ajaran Gila di dalam Talmud
Gittin 69a, “Untuk menyembuhkan tubuh ambil debu yang berada di bawah bayang-bayang jamban, dicampur dengan madu lalu dimakan“.
Shabbath 41a, “Hukum yang mengatur keperluan bagaimana kencing dengan cara yang suci telah ditentukan”.
Yebamoth 63a, ” … Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika ia berada di Sorga”.
Yebamoth 63a, “…menjadi petani adalah pekerjaan yang paling hina “.
Sanhedrin 55b, “Seorang Yahudi boleh mengawini anak-perempuan berumur tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari)”.
Sanhedrin 54b, “Seorang Yahudi diperbolehkan bersetubuh dengan anak-perempuan, asalkan saja anak itu berumur di bawah sembilan tahun”.
Kethuboth 11b, “Bilamana seorang dewasa bersetubuh dengan seorang anak perempuan, tidak ada dosanya”.
Yebamoth 59b, “Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor binatang diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang pendeta Yahudi”.
Abodah Zarah 17a, “Buktikan bilamana ada pelacur seorangpun di muka bumi ini yang belum pernah disetubuhi oleh pendeta Talmud Eleazar”.
Hagigah 27a, “Nyatakan, bahwa tidak akan ada seorang rabbi pun yang akan mas uk neraka”.
Baba Mezia 59b, “Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui bahwa rabbi itu memenangkan debat tersebut”.
Gittin 70a, “Para rabbi mengajarkan, ‘Sekeluarnya seseorang dari jamban, maka ia tidak boleh bersetubuh sampai menunggu waktu yang sama dengan menempuh perjalanan sejauh setengah mil, konon iblis yang ada di jamban itu masih menyertainya selama waktu itu, kalau ia melakukannya juga (bersetubuh), maka anak-keturunannya akan terkena penyakit ayan”.
Gittin 69b, “Untuk menyembuhkan penyakit kelumpuhan campur kotoran seekor anjing berbulu putih dan campur dengan balsem; tetapi bila memungkinkan untuk menghindar dari penyakit itu, tidak perlu memakan kotoran anjing itu, karena hal itu akan membuat anggota tubuh menjadi lemas “.
Pesahim 11a, “Sungguh terlarang bagi anjing, perempuan, atau pohon kurma, berdiri di antara dua orang laki-laki. Karena musibah khusus akan datang jika seorang perempuan sedang haid atau duduk-duduk di perempatan jalan “.
Menahoth 43b-44a, “Seorang Yahudi diwajibkan membaca doa berikut ini setiap hari, ‘Aku bersyukur, ya Tuhanku, karena Engkau tidak menjadikan aku seorang kafir, seorang perempuan, atau seorang budak belian’ “.
Kaget? Jika melihat tindak-tanduk Zionis selama ini rasanya jadi terjawab semua alasan mereka melakukan semua hal biadab.
Waktu terjadi agresi Israel ke jalur Gaza tahun 2008, sudah bukan rahasia umum lagi berapa korban anak-anak dan wanita yang jadi dominasi korban jiwa. Apalagi bombardir yang dilakukan menggunakan bom fosfor yang jika terkena kulit dan daging akan meleleh hingga habis ke tulang.
Kalau anda buka berita kemarin tentang penyerbuan angkatan militer Israel terhadap Freedom Flotilla lebih dalam, terkuak bahwa militer Israel dengan keji dan sadis menggunakan peluru piercing (tajam) untuk melawan relawan yang tanpa senjata.
Di sisi lain, tidak semua penduduk Israel berpedoman pada Talmud, ada golongan-golongan underground yang terdiri dari Yahudi ortodoks yang masih memegang Taurat. Mereka menyebutnya ajaran Yudaisme. Salah satu yang terkenal adalah golongan Naturei Karta, yang secara tegas menolak ideologi Zionisme. Kelompok ini sering diberitakan melakukan demonstrasi menentang pemerintahan Zionis untuk mendukung perlawanan Palestina.
Kutipan ayat Talmud diambil dari eramuslim.com dan ebook Zionisme: Gerakan Menaklukan Dunia (Ebook bagus, wajib download dan baca!)

Selasa, 15 Juni 2010

Menanti di Raudhah

Angin bukit tinggi membelai lembut pipi Akid. Angin yang berpuput dari puncak bukit tinggi di sedut dalam-dalam hingga masuk penuh ke pangkal jantung. Dia bagaikan menahan angin itu dan merasa nikmatnya dan kemudian dia melepaskan kembali perlahan-lahan angin itu dengan nafasnya. Raudhah memejamkan matanya. “Dari Dia semua datang, dan kepadanya semua dikembalikan.”

“Ukhti, sudikah ukhti saya lamar menjadi pedamping hidup saya, menyempurnakan kekurangan saya, menjadi makmum untuk bakal jemaah saya?” Terngiang-ngiang soalan itu di benak kepalanya.

“Asif akhi, saya tidak dapat menerima lamaran akhi.”

“Kenapa?”

“Sudah ada yang datang melamar saya sebelum akhi datang melamar saya.”

“Dan ukhti menerimanya?"

Raudhah tersenyum namun lekas-lekas dia sembunyikan senyumnya.

“Itu satu lamaran yang tidak mungkin saya tolak akhi. Lamaran yang sudah lama saya menantikannya.”

“Siapa ukhti, siapa lelaki bertuah itu, kalau boleh saya tahu.”

“Untuk apa?”

“Untuk saya tahu, bagaimana dia bisa membuka pintu hati ukhti.”

“Dia tidak membuka pintu hati saya, akhi. Malah saya yang membuka hati saya menanti dan menerima lamaran itu.”

Terngiang-ngiang di benak Akid perbualannya dengan Raudhah semasa dia ingin melamarnya tiga bulan lepas. Tiap-tiap bait kata yang keluar daripada mulut Raudhah bermain di benaknya, tidak pernah gagal meleraikan butir-butir air mata Akid.

“Beruntung engkau ukhti kerana menerima lamarannya.”

Akid menangis semakin hebat. Dia malu kerana kebodohannya sendiri. Selendang ungu yang berbalut dilehernya tiba-tiba menutup separuh wajahnya. Akid menarik selendang itu dan dilepaskan daripada membalut batang lehernya. Dia teringat bagaimana dia mendapat selendang itu daripada Raudhah. Bukan dengan cara yang membanggakan atau seronok untuk dikenang.
#####

Malam itu, selepas dua bulan dari tempoh dia melamar Raudhah, Akid hilang separuh kesabaran dan kewarasan berfikir. Dia menunggu Raudhah di luar kawasan kediaman Puteri. Dirinya dikuasai amarah kerana tidak dapat menerima penolakan Raudhah dan Raudhah tidak pula memberitahu kepadanya siapa lelaki yang melamarnya terlebih dahulu.

“Raudhah, tunggu sebentar!”

Raudhah terkejut mendengar suara Akid di dalam kawasan kediaman Puteri. Dia menjadi bertambah malu bila kelakuan Akid memanggil dan menunggunya di kawasan itu dilihat oleh pelajar-pelajar lain. Raudhah cuba untuk mengelak daripada Akid.

“Raudhah, tunggu sebentar!!!”. Sekali lagi Akid memanggilnya. Lebih keras suaranya.

“Ada apa akhi?”

“Jelaskan pada saya, siapa lelaki yang melamar awak sebelum saya dan kenapa lamaran saya di tolak?”

“Asif akhi, saya tak dapat jelaskan pada akhi siapa yang melamar saya dan kenapa saya tidak dapat menerima lamaran akhi. Dengan cara akhi sebegini, lagi membuatkan saya yakin, akhi tidak akan dapat menerima jawapan saya. Asif akhi, saya tak boleh berlama-lama di sini. Begitu juga akhi, sini kediaman Puteri. Akhi sepatutnya jelas tentang itu. Assalamu'alaikum akhi.”

“Raudhah, tunggu!”

Raudhah berjalan meninggalkan Akid. Dia ingin lekas segera beredar dari situ. Akan tetapi Akid masih berdegil dan tidak berpuas hati dengan jawapan Raudhah. Akid cuba melarang Raudhah beredar sebelum dia mendapat jawapannya. Akid secara tidak sengaja menarik bahu Raudhah dan selendang yang dipakai Raudhah tercabut dan berada di dalam genggaman Akid.

Raudhah jadi bertambah malu kerana kelakuan Akid. Secara tidak sengaja dia menampar pipi Akid.

“Asif akhi, saya tidak sengaja…"

“Tak…tak mengapa Raudhah, saya yang bersalah.”

“Akhi, saya lebih tenang mendengar akhi memanggil saya ‘ukhti’ daripada memanggil nama saya.”

Akid terdiam. Selendang Raudhah masih di tangannya.

“Akhi, baiklah. Jika akhi mahu tahu siapa yang melamar saya. Jika itu jawapan yang akan membuatkan akhi beransur dari sini. Saya akan beritahu akhi. Datanglah ke kawasan kediaman Puteri ini tepat malam sabtu selepas azan pertama solat Isya’ tiga hari dari sekarang. Nanti akhi akan tahu siapa yang melamar saya dan kenapa saya menerima dan tidak dapat menolak lamarannya. Sebelum hari itu, akhi janganlah datang ke sini atau bertanya apatah lagi berfikir tentang saya. Selendang itu, akhi simpanlah sebagai hadiah daripada saya, Assalamua'laikum, jaga diri jaga iman ya akhi…”. Raudhah beredar dari situ.

Akid masih terpana di kawasan kediaman Puteri dengan selendang Raudhah di tangannya dan bekas tamparan Raudhah di pipinya.
#####

Tepat tiga hari selepas masa yang diberitahu Raudhah kepadanya, dia datang ke kawasan kediaman Puteri. Namun Akid datang sebelum Isya kerana dia begitu penasaran untuk melihat siapa yang telah berjaya membuka pintu hati Raudhah.

“Assalamualaikum.”

Akid tersedar dari lamunannya selepas mendengar orang memberi salam. Dia lekas menjawab dan melihat seorang lelaki sebayanya berdiri tidak jauh darinya.

“Tunggu apa akhi di sini, bukankah sini kawasan kediaman Puteri?”. Lelaki itu bertanya kepadanya.

“Akhi tanyakan saya, tapi akhi sendiri buat apa di sini?”

“Saya ada sedikit urusan di sini selepas isya' nanti, jadi sebab itu saya ke sini.”

“Oh? Urusan dengan penghuni asrama ini ke?”

“Lebih kurang, begitulah. Akhi masih belum menjawab pertanyaan saya, apa yang akhi buat di sini?”

“Saya menunggu seorang penghuni asrama ini. Saya datang kerana hendak tahu siapa yang melamarnya sebelum saya dan kenapa dia menerima lamaran itu.”

“Oh, begitu ya. Mungkin akhi ini orang yang dimaksudkan seorang penghuni di sini kepada saya.”

“Maksud akhi?”

“Tadi semasa saya baru tiba di sini, ada seorang penghuni asrama ini mengirimkan sesuatu kepada saya. Katanya akan ada seorang lelaki menunggunya di sini dan dia meminta saya menyerahkan ini kepada lelaki itu.” Lelaki itu menghulurkan sepucuk surat kepada Akid.

“Asif akhi, saya perlu beredar kerana urusan saya hampir tiba masanya, InsyaAllah nanti pasti kita akan berjumpa lagi. Assalamu'alaikum akhi, jaga diri jaga iman." Lelaki itu beredar sebelum sempat Akid menjawab salamnya.

Akid membuka surat itu dan membacanya perlahan-lahan.


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang,

Assalamu'alaikum akhi Akid, apa khabar akhi? Moga terpelihara kesihatan dan iman hendaknya. Saat akhi membaca surat ini, saya berkemungkinan sedang mempersiapkan diri saya untuk persiapan terakhir sebelum datang menerima lamaran yang saya nantikan. Akhi tak perlu risau kerana tak lama daripada akhi membaca surat ini, akhi akan tahu siapa yang melamar saya dan kenapa saya tak menolak lamarannya.

Akhi, saya ingin sampaikan beberapa pesanan kepada akhi sebelum saya tidak lagi boleh berpesan kepada akhi kerana terikat dengan lamaran saya kerana setelah saya menerima lamaran itu, tak mungkin saya akan dapat berhubung dengan akhi.

Pertama-tamanya, saya ingin berpesan kepada akhi, satu rahsia mengenai kebahagiaan. Saya faham mungkin tindakan akhi kepada saya beberapa malam sebelum ini kerana akhi tidak dapat menerima penolakan saya dan hati akhi tidak tenteram dan bahagia. Jadi saya ingin kongsikan kepada akhi apa itu kunci kebahagiaan. Kunci yang akan dapat membuatkan akhi mendapat kebahagian ialah tidak lain dan tidak bukan dengan menerima dengan percaya dengan sepenuh kepercayaan akan Qada Qadar. Tak boleh tak. Jika akhi menolaknya, maka akhi menolak satu daripada rukun keimanan dan rukun iman memang kita mesti menerima kesemuanya bukan sebahagian sahaja daripadanya.

Kedua, jika akhi kasihkan kepada seseorang, kasihkanlah dia kerana Allah, kerana dengan mengasihi seseorang kerana Allah akan dapat membuatkan akhi selesa di sana dan berkumpul dengan orang-orang yang berkasih kerana-Nya dan mendapat terus Rahmat secara langsung dari-Nya di sana kelak.

Ketiga, apa–apa pun yang akhi cakap, fikir, rasa, dan lakukan, ingatlah supaya semuanya berasas kerana dan untuk-Nya semata-mata tidak boleh kerana selain-Nya, kerana perbuatan seperti itu akan mengelakkan akhi daripada menyekutukan-Nya. Apa akhi mahu menyekutukan-Nya? Tentulah tidak bukan.

Dan terakhir, saya ingin akhi tahu, sejujurya saya amat senang dan berbahagia kerana akhi melamar saya dan akhi tidak terlewat melamar saya, malah, akhi lah orang yang pertama melamar saya dan saya sangat senang untuk menerimanya. Cuma lamaran yang saya terima ini, tidak memungkinkan saya untuk menerima lamaran akhi.

Asif akhi, saya tak punya banyak masa lagi untuk menulis. Saya teramat perlu untuk mempersiapkan diri saya. Akhi, jika kasihkan saya, kasihkanlah saya kerana Allah. Maka insyaAllah dengan rahmat-Nya kita akan berjumpa semula di sana akhi.

Assalamu'alaikum dan terima kasih kerana lamaran akhi, jika tidak kerana lamaran yang saya tunggu ini, tentu sekali saya akan menjawab ‘ya’ pada lamaran akhi.

Akid tersedar dari membaca surat bila azan isya' berkumandang. Dia cepat-cepat melipatkan surat itu dan menyimpankannya di dalam poket bajunya dan berlekas-lekas untuk bersolat. Seusai azan siap berkumandang, terdengar jeritan dari kediaman Puteri. Akid tiba-tiba berasa tidak enak. Dia hendak ke sana, tetapi kerana itu adalah kawasan larangan untuk lelaki, Akid membatalkan hasratnya. Dia menanti sahaja di luar dengan hati yang berdebar-debar. Tidak lama selepas itu, Akid melihat beberapa orang ustaz dan ustazah bergesa-gesa ke kediaman Puteri. Akid sempat menahan seorang ustaz yang seusia dengannya.

“Asif akhi, kenapa akhi dan semua orang bergegas ke kediaman Puteri?”

“Ada seorang penghuni jatuh rebah selepas usai mengangkat wuduk.”

“Jatuh rebah?”

“Meninggal dunia akhi, ada seorang pelajar meninggal dunia selepas mengangkat wuduk, Raudhah namanya. Asif, saya perlu segera ke sana, Assalamu'alaikum akhi.”

Jantung AKid tiba-tiba bagai terputus dari tangkainya. Kakinya lemah. Dia terduduk.

“Satu dari kunci kebahagiaan ialah menerima Qada Qadar…”.

Akid memegang dadanya.

“Jika kasihkan seseorang, kasihkannya kerana Allah…”

Akid merasakan dadanya bagai dihiris-hiris mata pisau.

“Sejujurnya saya amat senang dan berbahagia kerana akhi melamar saya…"

Akid merasakan matanya bergenang.

“Akhi, jika kasihkan saya, kasihkanlah saya kerana Allah. Maka insyaAllah dengan rahmat-Nya kita akan berjumpa semula di sana akhi…”

Akid meraup wajahnya. Matanya bergenang hebat. Dadanya lumat dihiris-hiris.

“Raudhah. Namanya Raudhah. Dia meninggal dunia selepas mengangkat wuduk.”

Akid menangis semahu-mahunya. Surat di dalam poketnya dikeluarkan dan digenggam erat-erat. Selendang ungu yang dibawa dengan hasrat untuk dipulangkan ditekup di wajahnya. Akid menangis semahu-mahunya….
#####

Akid tersedar daripada lamunannya. Dia melihat selendang ungu di tangannya. Dia menghirup angin bukit tinggi dalam-dalam dan dilepaskannya kembali.

“Daripada Dia kita datang, kepada Dia kita kembali. Raudhah, terima kasih kerana mengajarku erti cinta sebenar-benarnya…"

Terima kasih untuk semuanya Raudhah. Terima kasih atas segalanya Allah.

Sabtu, 24 Oktober 2009

JIKA DIA

Di setiap sholat malamku,

Di setiap ibadah dan sujudku

Disetiap langkahku

Selalu berdoa memohon dimudahkan jalan untuk menuju penyempurnaan ibadah yang tertinggi


Ya Rabbku...

Bila dia memang tercipta untukku maka pertemukan

Jika dia yang terbaik untuk kehidupan dunia akhiratku permudahkanlah

Jika dia pemimpin masa depanku yang akan membawa ke dalam surgaMu

maka angkatlah dia

Jika dia pendukung da’wah dan partner yang baik dalam da’wah islamku

maka sandingkanlah.


Jika dia yang terbaik untukku

Jika dia yang tertulis di Lauhul Mahfuz

Jika dia jodohku

Jika dia belahan jiwaku


Maka aku mohon dengan sangat ya Allah mudahkan jalannya

Persatukan kami dalam ikatan yang suci

Ikatan mitsaqon ghalizha

Hanya pada-Mu ya Rabb yang Maha Bijaksana hamba meminta

Sabtu, 26 September 2009

MENCARI AKHWAT YANG HILANG

Duhai akhwat idaman, dimanakah kau kini berada? Aneh, mengapa kini aku terlalu sering menemukanmu dimana-mana, apakah kau tak lagi menjadi idaman para pengidam kesucian, tak lagi special, bak bidadari syurga yang hadir di bumi, tak pernah tersentuh jin dan manusia.
Tak kubayang, akhwatku hilang, tak lekang, dimakan jaman yang garang. Dulu kau tak terlihat, tapi aku tak perlu mencari-cari dirimu. Karena aku yakin kau ada, seperti keyakinanku beriman kepada yang ghoib. Semakin ghoib, semakin indah, semakin beriman. Wuih. Subahanallah.
Tapi kini kau tak lagi ghoib, kau begitu menyebar, kau begitu visual, kau begitu obral, sehingga justru aku kehilanganmu di antara kerumunanmu. Terlihat tapi tak terlihat, tak terlihat justru terlihat.
Duhai akhwatku, yang cantik menawan iman. Ketahuilah bahwa semakin ghoib dirimu maka semakin besar energi dirimu, sehingga semakin besar kualitas keakhwatanmu, maka semakin aku merindukanmu. Kami menyayangimu. Sayang sekali jika kau tak menyayangi dirimu sendiri lagi; dalam kekhawatiranmu yang berlebihan pada Tuhan.
Ku tahu kau berhijab dalam hizibmu. Tapi mengapa harus kau lupakan inti perjuanganmu, apakah karena hizibmu tidak lagi tegas padamu. Apakah identitasmu harus bergantung pada identitas hizibmu yang mulai teragu?
Ku yakin, kau tahu bahwa kau bagai perhiasan di mata ikhwan atau kawan. Dan karakter dari perhiasan adalah butuhnya sebuah atau banyak perhatian. Yang memperhatikan nikmat, yang diperhatikan bahagia. Dan biasanya perhiasan eksklusif berkarakter : diam, tersembunyi, dijaga ketat, personal & privacy, dan hanya orang-orang yang sudah menunaikan akad "jual beli" yang
boleh memakainya. Kecuali perhiasan murahan, tak perlu akad spesial pun sudah bisa dipakai siapapun .... lalu menjadi manusia terbuang...na'udzubillahi min dzalik.
Duhai akhwat budiman kekasih ikhwan beriman, perhatikanlah bahwa kau adalah perhiasan terindah. Bisakah kau bayangkan, bahwa perhiasan itu "diam"nya saja sudah indah dan menggoda. Maka apa yang terjadi jika engkau pun bergerak - kesana kemari- sehingga mata ikhwan memandangmu, sengaja tidak sengaja, sebab syaitan itu cerdas dan waras. Sedangkan ikhwan itu cerdas tapi terbatas. Karena ikhwan itu terbatas, maka kau harus membatasi diri dari pandangannya, agar syaitan usahanya pun terbatas menggoda manusia beriman, akhwat dan ikhwan.
Kuharap kau lebih banyak diam yang penuh gerakan, daripada gerakan yang membuat ikhwan terdiam. Pahamkah maksudku? Kau begitu indah untuk tidak diperhatikan, perhiasan itu begitu banyak yang memperhatikan, kadang saling bersaing antara satu perhaiasan dengan perhiasan lainnya, bersaing untuk diperhatikan... tentu saja karena adanya perhatian. Perhatian hadir karena adanya sumber perhatian dan adanya yang memperhatikan.
Fokus dakwah pun kadang berubah, bahasan bab menikah dan poligami lebih menjadi
perhatian daripada bagaimana cara memperjuangkan dakwah ini, dan mempertanggungjawab kannya di hadapan Allah, Ilahi Robbi?
Duhai akhwat, kau bukan syahwat; ku tak menyalahkanmu, tapi marilah mulai hari ini
sama-sama kita mengambil porsi yang tidak melampaui suci. Sebab akhwat itu wanita, dan wanita itu makhluk indah sejati yang penuh perasaan, maka perlu diberikan banyak batasan.
Agar perasaannya tidak meluap dan tumpah di sembarang nyawa. Jika satu atau dua batasan sudah mulai dianggap tak membatasi, maka berkhawatir dirilah jika engkau kesulitan mengontrol perasaanmu yang agung itu....
Wahai akhwat sejati, bukanlah karena cantikmu engkau diperhatikan, tapi karena
diperhatikanlah engkau menjadi cantik. Berterimakasihlah kepada orang-orang yang
memperhatikanmu, dan bersyukurlah kepada Allah agar DIA tetap memperhatikanmu. Kalau Allah yang memperhatikanmu, maka para ikhwan beriman pun insya Allah tak sungkan tuk memperhatikanmu. Tapi kalau perhatian manusia yang engkau kejar, maka kemanakah kau tempatkan perhatian Tuhanmu, dari hatimu yang agung, wahai calon ibu, wanita yang paling perhatian....dan butuh perhatian. Harus diperhatikan.

"Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap". { Q.S. Al-Insyiroh (94) : 8}